Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Top

Resiko Jualan Online dengan Sistem Dropship Shopee

Sebagian besar orang menganggap bahwa berjualan sebagai dropship Shopee adalah salah satu cara mudah tanpa repot stok barang. Meskipun anggapan tersebut benar demikian, akan tetapi ternyata ada banyak resiko yang harus dihadapi.

Sebagaimana diketahui pasti semua pekerjaan ada resikonya tersendiri, apalagi dalam berbisnis. Sekecil apapun modal yang dikeluarkan, resikonya pasti ada. Seperti misalnya modal tidak kembali, barang tidak laku dan lain sebagainya.

Apalagi ketika menjadi dropship Shopee yang notabenenya dianggap tidak beresiko karena tidak perlu menimbun barang. Padahal, justru terdapat resiko yang benar-benar harus diwaspadai apabila bisnis ingin tetap maju. Lantas, apa saja resiko jualan online dengan sistem dropshipper di Shopee?  

Simak ulasan di bawah ini:

Perhatikan Beberapa Resiko Jualan Online Di Shopee

1. Tidak Bisa Mengontrol Kualitas Produk Secara Langsung

Shopee sebagai salah satu layanan marketing e-commerce from Sigapure yang menyediakan berbagai kebutuhan hidup memang terkenal keunggulan pelayanannya. 

Namun, kendati demikian tidak semua seller di Shopee memberikan produk dengan kualitas baik. Kadang kala barang yang dikirim memang yang cacat atau tidak melalui proses sortir terlebih dahulu. 

Sehingga ketika sampai ditangan pembeli dalam keadaan mengecewakan, bahkan tidak jarang dari seller menggunakan dalih karena kerusakan tersebut adalah kesalahan pihak ekspedi. Nah, hal itulah yang menjadikan resiko apabila Anda menjadi dropship di Shopee, kualitas barang tidak bisa mengontrol barang secara langsung.

Baca Juga: Tata Cara Daftar Dropship Shopee

2. Resiko Rugi Apabila Konsumen Gagal Membeli

Sebagai pelaku dropship, tentu saja Anda harus mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk modal awal mengambil barang. 

Mengapa harus begitu? karena sistem dropship di Shopee akan berjalan sebagaimana Anda membeli barang untuk diri sendiri, namun akan langsung dikirimkan ke alamat customer Anda. 

Apabila selama proses pengiriman barang dan customer Anda tiba-tiba melalukan pembatalan pembelian, maka jelas saja Anda akan merugi. Belum lagi jika barang sudah sampai di alamat customer dan Anda ditipu. Oleh karenanya, pastikan customer Anda sudah mentransfer uang kepada Anda sebelum barang fixed diorder dan dikirim.

3. Tidak Bisa Mendapatkan Keuntungan Banyak

Ketika menjadi dropship Shopee resiko berikutnya yang harus siap Anda tanggung adalah tidak bisa mendapatkan keuntungan banyak. Mengapa? Pasalnya Anda tidak melalukan proses packing dan pengiriman, sehingga keuntungan yang didapatkan bisa jadi mulai Rp. 2000,00 sampai Rp. 5000,00 saja. 

Namun, jika masih dalam tahap belajar memulai bisnis, maka sistem dropship di Shopee ini bisa Anda pelajari dengan sungguh-sungguh. Lalu, kembangkan sebaik mungkin dan cobalah untuk berkembang dengan membuka lapak sendiri.

4. Harus Siap Terpuruk Karena Persaingan yang Makin Kompetitif

Tahukah Anda, bahwa sistem dropship tidak selamanya jaya? Hal ini disebabkan karena persaingan dropshipper di luar sana semakin kompetitif. Belu lagi jika Anda tidak memiliki supplyer cadangan untuk terus mempertahankan kelanacaran orderan. 

Bahkan, ketika Anda memutuskan untuk menjadi dropship Shopee maka tidak bisa bersaing dengan e-marketplace lainnya, seperti misalnya Tokopedia. Mengapa? Karena harga yang ditawarkan tidak masuk akal dan pastinya jauh lebih murah. Sehingga, untuk menyikapi resiko ini, Anda harus benar-benar bisa memutar otak.

Baca Juga: Manfaat Bisnis Online Berbasis Teknologi Modern

5. Tidak Ada Kontrol Stok

Menjadi dropshipper memang terdengar mudah karena Anda bisa menjual dan mendapatkan barang tanpa harus stok barang dan mengemasnya. Namun, apabila dipahami lebih dalam, sejatinya bisnis dengan sistem dropship ini memiliki resiko besar apabila barang yang sampai ke pelanggan tidak sesuai dengan ekspetasi. 

Apalagi jika seller tempat Anda membeli barang ternyata sedang tutup dan barang belum dikirim juga. Lantas, bagaimana Anda menanggapi keluhan pelanggan? Oleh karenanya kontrol stok dalam sistem bisnis dropship di Shopee ini memang sangat rawan.

6. Sulit Membangun Brand

Dilema menjadi seorang dropshipper bisa diumpamakan sama seperti dengan ghostwriter. Artinya, orang yang berperan sebagai ghostwriter dan dropshipper, akan sangat sulit dalam mengembangkan skill maupun brand yang akan dibangun.

Mengapa demikian? karena jelas saja, sebagus apapun barang yang Anda jual bukan sepenuhnya milik Anda. Oleh karena itu, bisnis dengan sistem dropship ini tidak bisa diagungkan untuk menambah penghasilan. Melainkan Anda harus memiliki ide bisnis sendiri.

Baca Juga: FB Ads Untuk Bisnis

7. Beresiko Nama Baik Online Shop Tercemar Apabila Terdapat Barang yang Cacat

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam poin nomor tiga di atas, seorang dropshipper tidak memiliki kontrol penuh terhadap stok barang. Sehingga, apabila barang yang sampai di tangan customer cacat

maka resiko terbesarnya adalah nama baik online shop Anda menjadi tercemar. Sekian ulasan mengenai beberapa resiko jualan online dengan sistem dropship Shopee. Ulasan di atas bukan untuk memupusakan harapan Anda dalam berbisnis menjadi dropshipper 

melainkan semata-mata guna untuk berhati-hati. Jangan sampai terlalu tergesa-gesa dan menyebabkan bisnis dropshipper Anda gulung tikar, Sekian. Salam hangat dari kami admin Blog Ragam Bisnis Semoga sukses. Terima kasih

Aleng Nrp
Aleng Nrp "Percaya diri adalah rahasia pertama meraih sukses" by: Situs Belajar Bisnis

Post a Comment for "Resiko Jualan Online dengan Sistem Dropship Shopee"