Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Top

Cara Budidaya Belut Modal Dikit Untung Melimpah

ragambisnis.com - Ini dia Cara Budidaya Belut, Modal Dikit Untung Melimpah. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa belut ini merupakan jenis hewan yang biasa hidup di lumpur dan bisa dikonsumsi dalam beberapa jenis menu makanan khusus. 

Di Indonesia sendiri banyak sekali orang-orang tertentu yang sangat gemar konsumsi makanan dari hewan yang satu ini. Selain rasanya yang enak, belut ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Cara Budidaya Belut, Modal Dikit Untung Melimpah

Ini Dia Cara Budidaya Belut, Modal Dikit Untung Melimpah

Nah pada kesempatan kali ini, ragambisnis bakalan membahas tentang cara budidaya belut. Sebenarnya  untuk budidaya belut itu sendiri ada 2 jenis budidaya pembenihan dan juga budidaya pengembangan, atau dengan istilah lain ada budidaya pembibitan dan juga pembesaran. 

Perbedaan dari keduanya saya rasa cukup jelas, jika pembibitan berarti budidaya dengan indukan untuk hasilkan benih, dan jika pembesaran budidaya anakan hingga besar. Dan pada kesempatan kali ini saya bakalan ngebahas khusus mengenai pembesaran belut.

Hal penting dan langkah-langkah dalam budidaya belut

1. Memilih Bibit

Untuk jenis bibit belut sendiri biasa dibedakan dengan 2 macam, yakni belut rawa dan juga belut sawah. Tapi secara tekstur dan bentuk sebenarnya sama saja, cuma kalau belut rawa warnanya biasa lebih cerah dan juga lebih keras. 

Sebenarnya dalam memilih bibit belut lebih baik jika dari hasil tangkapan sendiri, selain lebih sehat, bibit belut dari hasil tangkapan rasanya juga lebih nikmat. 

Tapi dalam pemilihan bibit belut harus diusahakan untuk seragam ukurannya, jadi kalau dari hasil tangkapan akan sulit mendapatkan hasil yang seragam atau seukuran. 

Jadi anda bisa membeli atau mendapatkan bibit dari pembudidaya lain yang menyediakan benih, seperti yang saya katakan tadi pilihlah ukuran yang sama. 

Selain ukuran yang sama, dalam pemilihan bibit juga pastikan bentuknya, karena biasanya belut yang banyak luka akan tidak sehat perkembangan kedepannya. Yang gak kalah penting adalah agresifitas belut tersebut, pilihlah bibit-bibit agresif karena itulah bibit yang sehat. 

Kemudian untuk untuk budidaya pembesaran anda bisa memilih ukuran mulai dari 10 - 12 cm yang seragam, biasanya untuk bibit ukuran segitu akan siap panen dalam jangka waktu 4 bulan.

2. Media Atau Tempat Budidaya Belut

Untuk dari segi tempat budidaya atau dari segi wadah bisa memilih beberapa alternatif, tergantung dari kapasitas bibit yang ingin anda kelola dan media atau tempat yang anda punya. 

Pilihan untuk wadah budidaya belut, bisa di dalam tong, bisa menggunakan bak, atau bisa juga jika anda ingin budidaya banyak menggunakan kolam beton. 

Dalam pemilihan jenis-jenis kolam untuk belut ini pasti ada kelebihan dan kekurangannya, jika anda membuat kolam permanen memang harganya lebih mahal, tapi juga akan tahan lebih lama. 

Dan jika menggunakan media semi permanen seperti halnya tong drum dan yang lainnya lebih murah tapi tidak setahan kolam permanen. 

Kemudian jika anda sudah mempunyai media yang siap, anda bisa mulai untuk memberikan lumpur secukupnya atau tanah juga bisa dengan diberikan air dan juga pupuk organik, bisa pupuk kompos, pelepah-pelepah daun dan juga bisa menggunakan jerami padi. 

Diamkan dulu minimal tempat tersebut selama beberapa hari agar pupuk tersebut menghasilkan banyak bakteri, selain itu pupuk dan tanah tadi juga bisa menghasilkan cacing-cacing untuk makanan belut. 

Peletakan bibit kedalam media atau tempat yang disediakan bisa dilakukan jika pupuk yang tadinya disiapkan sudah sedikit membusuk dan menghasilkan banyak makanan untuk belut. Kemudian masukkan benih belut yang siap di budidaya tadi lalu anda bisa mulai merawatnya.

3. Perawatan Belut

Sebenarnya untuk budidaya belut ini sendiri ada 2 jenis dalam menjalankannya dengan air mengalir saja atau dengan media lumpur, jika dengan asir bersih saja itu biasanya adalah dengan populasi tinggi dan padat, namun kekurangannya adalah dalam perawatan khususnya pemberian pakan harus benar-benar ekstra. 

Berbeda dengan budidaya belut jenis media lumpur, secara makanan hidup sudah tersedia pada lumpur dan juga pupuk yang tadi diberikan. 

Yang harus diperhatikan dalam perwatan budidaya belut ini adalah kondisi tanah atau lumpur menjaganya agar tetap lembab, selain itu anda bisa menyiapkan pupuk di media lain dan menambahkannya dalam budidaya belut yang dikolam tadi setelah sudah menjadi lumpur dan berkuman. 

Selain mengandalkan makanan dari lumpur anda juga bisa memberikan makanan lain dari luar baik yang masih hidup seperti cacing, atau anda bisa memberikan makanan mati seperti bekicot dan juga sejenisnya. Ketersediaan pakan yang cukup akan menjadikan tumbuh kembang belut lebih maksimal. 

Hal yang gak kalah penting adalah ketersediaan air yang pas jika anda menggunakan media lumpur, karena jika air habis maka perkembangan palankton pada pupuk juga akan berkurang, jadi pastikan untuk tetap basah namun tidak terlalu banyak.

4. Masa Panen

Sebenarnya tidak ada patokan khusus dalam masa panen belut ini, namun seperti yang saya jelaskan diatas tadi, bahwa belut yang mulai diperlihara semenjak berukuran 10-12cm biasanya akan cocok dipanen dalam waktu 4 bulan

pastinya bisa dilihat juga jika sebelum 4 bulan perkembangannya sudah cukup banyak juga sudah bisa dipanen. 

Demikian adalah materi yang saya sampaikan mengenai gambaran budidaya belut, dengan modal yang kecil media yang sempitpun anda bisa melakukan budidaya belut ini. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat dan terima kasih.

semoga artikel ragambisnis.com bagikan bermamfaat bagi pembaca, bila kalian masi bingung silahkan tinggalkan komen kalian
Aleng Nrp
Aleng Nrp "Percaya diri adalah rahasia pertama meraih sukses" by: Situs Belajar Bisnis

Post a Comment for "Cara Budidaya Belut Modal Dikit Untung Melimpah"