Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Top

Waspada Terhadap Pembeli Penipu Dalam Jual Beli Online

Kiat waspada terhadap pembeli penipu dalam jual beli online memang harus diterapkan, pasalnya saat ini yang berpotensi menjadi penipu tidak hanya penjual, melainkan juga pembeli. Apalagi masih bermusim di tengah mewabahnya virus yang mengakibatkan krisis moneter.

Sebagaimana diketahui beberapa tahun terakhir banyak grup jual beli online yang heboh menggemborkan perihal pembeli penipu. 

Jika biasanya rata-rata penjual berpotensi besar melakukan tindakan tersebut dengan motif transfer terlebih dahulu, ternyata saat ini berlaku sebaliknya.

Seorang pembeli bisa saja melakukan motif penipuan dengan berbagai trik, mulai dari cara sederhana hingga cara yang profesional. Kejadian ini terjadi karena mengingat teknologi internet semakin canggih



Betapa Penting Pengamanan Akun Dalam Jual Beli Online Terhindar Dari Penipu Muda

Lalu bagaimana cara mewaspadainya? Berikut saya sajikan cara mengetahuinya:

1. Cek Keakuratan Alamat Pembeli

Terkadang penjual kurang menyadari bahwa meng-cross check keakuratan lokasi dari pembeli sangatlah dibutuhkan. 

Pasalnya, tidak sedikit dari customer nakal memberikan alamat palsu agar kurir menjadi kebingungan dan memutuskan agar paket diambil di pusat ekspedisi.

Jika sudah demikian maka biasanya pembeli penipu akan meminta pertanggung jawaban karena barang yang dipesan tidak sampai di rumah. 

Sehingga penjual terkadang merasa harus bertanggung jawab dengan mengembalikan uang transferan karena tidak ingin nama baik bisnisnya tercoreng, padahal kenyataannya barang sudah diambil oleh sang penipu.

2. Cek Resi Pembayaran

Cara mengetahui pembeli penipu dalam jual beli online berikutnya adalah dengan mengecek resi pembayaran. 

Pastikan resi tersebut benar-benar nyata dan bukan editan. Lalu bagaimana agar penjual tahu mana yang asli dan bukan?

Caranya sangat mudah yakni jika pembeli mengirimkan resi pembayaran dalam bentu virtual seperti misalnya Screeshoot dari mbangking maka pastikan detail angka dan hurunya. 

Apabila pembeli mengirimkan foto PAP dari resi dan seolah-olah berada di ATM maka perhatikan detail tanggal dan lokasinya.

Apabila keduanya menunjukkan beberapa tanda kejanggalan seperti misalnya blur, tanggal tidak sesuai, lokasi yang berbeda jauh dengan alamat pengirim maka sebaiknya jangan pernah mengirimkan barang kepada pihaknya.

3. Meminta Kode Atau Pin

Sebagai seorang penjual online tentunya harus berhati-hati apabila pembeli meminta agar memberikan sebuah kode atau pin dari kartu kredit. 

Biasanya pembeli penipu akan menunjukkan gelagat berupa seolah-olah uang akan masuk apabila penjual mengaktifkan sebuah kode yang telah dikirimkan.

Padahal nantinya bukan sejumlah uang yang masuk ke dalam rekening, melainkan uang bisa saja terkuras habis. 

Motiv penipuan ini biasanya berkedok pengiriman uang melalui aplikasi dompet online seperti Link Aja, Dana, OVO dan lain sebagainya.

4. Cek Nomor Hp Pembeli

Adanya setumpuk kasus penipuan hendaknya membuat diri sendiri menjadi lebih mawas diri terhadap segala sesuatu yang berkemungkinan buruk terjadi. 

Apalagi saat sedang menjalankan jual beli online, baik di media sosial maupun di marketplace.

Sangat disarankan apabila baru saja menerima orderan dari orang baru sebaiknya terlebih dahulu kebenaran seputar nomer Hp si pembeli. 

Bagaimana caranya? 

yakni dengan memasang sebuah aplikasi yang bisa melacak nama kontak yang disimpan oleh rekan si pemilik nomor tersebut. Apabila jauh berbeda maka sebaiknya jangan sesekali menerima orderannya.

5. Meminta Keringan Untuk Membayar DP

Cara mengetahui pembeli penipu berikutnya adalah kebanyakan dari mereka meminta keringan berupa membayar DP terlebih dahulu. 

Hal ini kerap dilakukan oleh orang yang awalnya ingin bergabung menjadi reseller tetapi beralasan tidak memiliki cukup dana.

Sehingga terkadang seorang penjual yang berniat baik, menjadi terlena dan secara tidak bahwa hal tersebut sebenarnya hanyalah trik. 

Apabila sudah begitu maka jelas saja si pembeli tersebut tidak akan membayarkan uang sisa dan tiba-tiba menghilang.

6. Menawar Barang Saat COD di Luar Kesepakatan

Jika poin satu sampai dengan lima di atas kerap dilakukan oleh pembeli yang berasal dari luar kota atau lokasinya terbilang jauh, maka berikutnya adalah cara mengetahui pembeli penipu dengan sistem COD.

Jangan disangkal bahwa sistem COD tidak beresiko menjadikan motif penipuan baik bagi penjual maupun pembeli. 

Ternyata ada juga pembeli yang berniat menipu dengan menggunakan trik menawar di bawah harga sesuai kesepakatan.

7. Berkedok Teman

Perlu diingat bahwa ketika menjalankan bisnis jangan sampai ada rasa iba, baik itu kepada teman maupun saudara sendiri. 

Hal ini dilakukan bukan karena pelit atau sombong melainkan mencegah kemungkinan buruk terjadi.

Saat ini siapa saja bisa berpotensi menjadi penipuan, baik karena sebagiannya mengalami krisis ekonomi atau memang ingin menghancurkan bisnis orang terdekatnya. 

Oleh karena itu, sekalipun si pembeli adalah teman sendiri, sebaiknya jangan sampai melepaskan barang dagangan sebelum dirinya mentransfer atau paling tidak si penjual harus mengetahui rumah si pembeli tersebut. 

Upaya dilakukan sebagai bentuk berjaga-jaga apabila suatu hari nanti ada kerancuan dalam bertransaksi.

Sekian ulasan tentang kiat mewaspdai pembeli penipu dalam jual beli online. Semoga bisa menjadikan informasi lebih lanjut dan lebih mawas diri. 

Apabila memiliki pengalaman tentang penipuan boleh share di kolom komentar ya?. Terima kasih.

Aleng Nrp
Aleng Nrp "Percaya diri adalah rahasia pertama meraih sukses" by: Situs Belajar Bisnis

Post a Comment for "Waspada Terhadap Pembeli Penipu Dalam Jual Beli Online"